Senin, 24 Maret 2008

NoVel PeRtaMa

GUS YAHYA
BUKAN CINTA BIASA

Kalau dihitung-hitung, Gus Yahya kecil memang sudah habis-habisan dengan segala cara upayanya untuk mendekati Zahra. Dari yang biasa-biasa seperti melakukan kebiasaan Zahra belajar nyeruling sama Yadi di pematang sawah, sampai yang norak abis, seperti berkirim mawar dan surat cinta yang ditaruh di teras pesantren puteri. Tidak cuma itu, Yahya juga tak kenal lelah menyapa Zahra dengan pesan kertasnya yang ditaruh di kursi taman, tempat Zahra biasa belajar, setiap hari, sepanjang waktu. Sayangnya, Zahra tetap cuek aja tuh menghadapi gerakan cinta Yahya. Meski tidak dengan marah-marah, santri baru di pesantren abahnya Yahya itu malah sibuk dengan tugas-tugas belajarnya di pesantren.
Untungnya cinta Gus Yahya tidak pupus meski harus jatuh bangun untuk membuat cinta itu bisa dimengerti. Cintanya tidak mengenal istilah habis meski harus berhadapan dengan pergantian waktu yang hampir tujuh tahun. Bahkan, sampai tiba waktunya bagi Zahra untuk keluar dari pesantren, Gus Yahya tetap tersenyum menyampaikan cintanya. Tentu saja, karena cinta Gus Yahya bukan cinta biasa.

6 komentar:

mix mengatakan...

smngat trus mbak...
Q tggu hsiL kry mbak yg t'bru
waskum
mga always in Lndgan ALLAH SWT. amieen

Thom_my mengatakan...

assalamualaikum

semua itu bermula dari suatu hal yang kecil.......
dan itu memang adanya....
bak pohon yang besar pastilah tumbuh tanggalkan kulit biji beberapa tahun silam...
dan mulailah sekarang tanpa permisi saya tawarkan saya berguru terhadap pengalaman anda....sebab saya pemula dalam hal tulis menulis....
terimakasih....

wassalamualaikum.

Anonim mengatakan...

ini adalah novel pertama yang sangat saya sukai,..
dan karena novel ini, saya jadi suka baca novel sampai sekarang,....

Fina Af'idatussofa mengatakan...

:)

Anonim mengatakan...

Mba fina ,,aq nyari buku ny d kerwang koq susah ya,,
Boleh di kirim ga??

ngobrol asyikk yukk rek... mengatakan...

kalau mau pesan novel ini bisa kah ?